
Bisnis dan industri internet di Indonesia sangat memiliki peluang untuk lebih berkembang lagi, dengan melihat persentase jumlah pengguna dan pelanggan internet yang masih kecil. Data jumlah penjualan komputer dan laptop yang bertambah pesat juga menjadi faktor pendukung untuk berkembangnya bisnis internet tersebut. Selain itu, sebagian industri juga sudah mulai memanfaatkan maraknya penggunaan internet untuk mendukung bisnis mereka, seperti yang dilakukan perusahaan penerbangan melalui online ticketing dan perbankan melalui online banking. Hal ini jelas merupakan pertanda bahwa internet semakin menjadi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, turunnya harga bandwith dari sebelumnya rata-rata 2200 s/d 2500 USD per Mbps, menjadi hanya sekitar 1300 s/d 1800 USD per Mbps akan menjadi faktor penting untuk pertumbuhan industri internet di Indonesia.
Emosi trader betul-betul memegang peranan penting bagi para day trader. Jika para trader tidak bisa mengendalikan emosi, dan cenderung melakukan transaksi karena emosi sesaat, dan bukan karena trading plan yang sudah dipikirkan sebelumnya, maka kemungkinan trader tersebut untuk “merugi” lebih besar daripada trading yg dilakukan dgn perencanaan.
Jadi, untuk menghindari emotion effect tsb, para trader sangat disarankan untuk membuat perencanaannya, dan disiplin pada rencana tsb. Tentu saja agar perencanaan tsb baik dan tepat, perlu meningkatkan kemampuan analisa, baik analisa teknical maupun fundamental dan kondisi makro yang ada dgn selalu update berita.
Dan tentu saja, emotion effect tsb tdk akan berlaku untuk para para trader yg bermain long term.
Setelah pasar modal mengalami keterpurukan sejak Januari tahun ini, dan juga karena volatilitas yang tinggi, sepertinya properti kembali menjadi instrumen investasi yang cukup menjanjikan dan dengan tentu saja tidak membuat tensi darah meningkat cepat.
Beberapa pakar menilai sektor properti dan infrastruktur akan bertaji dalam dua tahun ini. Apalagi pemerintah juga mengindikasikan untuk mendukung perkembangan properti dan infrastruktur. Sayang ancaman tingkat inflasi yang tinggi akan menjadi penghalang perkembangan dua sektor tersebut. Namun hal itu justru menjadi momen bagi penggemar pengumpul properti untuk membeli properti.
Bisnis jasa di Indonesia belum menjanjikan. Salah satu kendalanya adalah besarnya effort yang perlu dikeluarkan untuk handling complain dari customer. Customer di indonesia banyak merasa services yang diterimanya tidak sesuai dengan yg diharapkannya. Penyebabnya dua, 1) karena penyedia services tsb tidak memberikan services sesuai dengan “promo”nya, 2) karena customer kurang jelas mengenai standard services yg mustinya dia terima, shg bagaimanapun services yg diterimanya selalu terasa tidak sesuai dengan harapannya.